dinas komunikasi dan informatika kabupaten sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo Rayakan HARJASDA ke-167 dengan Festival Seni Budaya dan Wayang Kulit

  • 09 Februari 2026
  • 36 kali

SIDOARJO – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (HARJASDA) yang ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Pagelaran Wayang Kulit dan Festival Seni Budaya yang meriah. Acara ini resmi dibuka pada Jumat, 7 Februari 2026, bertempat di Pendopo Delta Wibawa. Malam budaya ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi warga Sidoarjo untuk memperkuat identitas budaya daerah. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menekankan pentingnya melestarikan warisan leluhur. “Dengan mencintai budaya, kita menemukan sumber inspirasi untuk membangun Sidoarjo lebih baik lagi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan. Acara dibuka dengan penampilan Tari Bedoyo Gayatri. Tarian ini terinspirasi dari sosok Gayatri Majapahit yang melambangkan sosok perempuan tangguh dan cerdas. Kesan anggun dan magis dari tarian ini berhasil memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir. Tak hanya itu, panggung budaya ini juga menjadi wadah bagi generasi muda. Siswa-siswi berprestasi dari jenjang SD hingga SMP turut unjuk kebolehan, membuktikan bahwa estafet budaya di Sidoarjo terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus. Puncak acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Kisah ini mengangkat tema kegelisahan tokoh Semar terhadap ketidakadilan, sekaligus membawa pesan moral untuk menjaga nilai kebenaran dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. HARJASDA ke-167 ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat pentingnya budaya sebagai perekat sosial yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat Sidoarjo sebagai bangsa yang besar.

SIDOARJO – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (HARJASDA) yang ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Pagelaran Wayang Kulit dan Festival Seni Budaya yang meriah. Acara ini resmi dibuka pada Jumat, 7 Februari 2026, bertempat di Pendopo Delta Wibawa.

Malam budaya ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi warga Sidoarjo untuk memperkuat identitas budaya daerah. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menekankan pentingnya melestarikan warisan leluhur. “Dengan mencintai budaya, kita menemukan sumber inspirasi untuk membangun Sidoarjo lebih baik lagi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Acara dibuka dengan penampilan Tari Bedoyo Gayatri. Tarian ini terinspirasi dari sosok Gayatri Majapahit yang melambangkan sosok perempuan tangguh dan cerdas. Kesan anggun dan magis dari tarian ini berhasil memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Tak hanya itu, panggung budaya ini juga menjadi wadah bagi generasi muda. Siswa-siswi berprestasi dari jenjang SD hingga SMP turut unjuk kebolehan, membuktikan bahwa estafet budaya di Sidoarjo terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus.

Puncak acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Kisah ini mengangkat tema kegelisahan tokoh Semar terhadap ketidakadilan, sekaligus membawa pesan moral untuk menjaga nilai kebenaran dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

HARJASDA ke-167 ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat pentingnya budaya sebagai perekat sosial yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat Sidoarjo sebagai bangsa yang besar. (sifra)